Mahasiswa KKN UNRAM Dorong Kesadaran Konservasi Pesisir di Dusun Mentigi

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (UNRAM) menggelar kegiatan edukasi konservasi pesisir di Dusun Mentigi. Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan masyarakat untuk mendorong kepedulian serta keterlibatan bersama dalam menjaga lingkungan pantai dan laut secara berkelanjutan.

KEGIATAN

Redaksi SMATA Institute

7/26/20261 min read

Dusun Mentigi, 25 Juli 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (UNRAM) menggelar kegiatan edukasi konservasi pesisir di Dusun Mentigi. Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan masyarakat untuk mendorong kepedulian serta keterlibatan bersama dalam menjaga lingkungan pantai dan laut secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Mohamad Tamrin, S.Stat., M.Sc, Direktur Eksekutif SMATA Institute, hadir sebagai Pemateri I dengan tema “Dari Pragmatisme Menuju Aksi Kolektif: Membangun Kesadaran Konservasi di Masyarakat Pesisir.” Materi ini mengajak peserta untuk melihat bahwa kebiasaan pragmatis masyarakat pesisir bukanlah persoalan yang harus disalahkan, melainkan titik awal untuk membangun perubahan yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Tamrin juga mengangkat ingatan personal sekaligus ingatan kolektif masyarakat pesisir Dusun Mentigi. Ia menjelaskan bahwa masyarakat setempat telah mengalami transformasi dari masyarakat agraris-maritim menuju masyarakat industri. Perubahan tersebut turut memengaruhi cara masyarakat memandang ruang hidup, sumber daya pesisir, serta praktik konservasi.

Menurutnya, persoalan sampah, abrasi, maupun kerusakan terumbu karang tidak cukup dipahami hanya sebagai isu lingkungan. Upaya konservasi perlu dikaitkan dengan pengalaman hidup, kebutuhan ekonomi, dan identitas masyarakat pesisir. Pantai yang bersih, misalnya, berhubungan langsung dengan kesehatan warga, keberlanjutan hasil laut, serta peluang pengembangan wisata yang bertanggung jawab.

Mahasiswa KKN UNRAM bersama peserta juga diperkenalkan pada tahapan membangun perubahan: merasakan manfaat konservasi, memahami dampak melalui data dan pengalaman warga, melakukan aksi sederhana secara terjadwal, serta merawat kebiasaan melalui apresiasi dan aturan lokal. Pendekatan ini diharapkan dapat mengubah aksi yang semula sporadis menjadi kebiasaan sosial yang lebih kuat.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara warga dan nelayan, pemuda, sekolah, kelompok sadar wisata, pelaku usaha lokal, pemerintah desa, serta mitra pembangunan. Melalui kerja bersama tersebut, konservasi pesisir di Dusun Mentigi diharapkan tumbuh sebagai gerakan kolektif yang menjaga laut sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Redaksi SMATA Institute

Dokumentasi Kegiatan

Rangkaian dokumentasi kegiatan bersama masyarakat Dusun Mentigi dalam merawat pesisir, memperkuat kebersamaan, dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Kontak

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut

SMATA INSTITUTE

Telepon

Jl. Raya Tanjung Bayan, Lombok Utara, 83350

Email: info@smata.or.id

© 2026 SMATA Institute, All Rights Reserved.